NASIONAL, Balipolitika.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan harga BBM subsidi, seperti Pertalite, tidak akan naik meskipun harga minyak dunia melonjak.
Saat ini, harga minyak dunia telah mencapai US$78-80 per barel, melebihi asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) dalam APBN 2026 sebesar US$70 per barel.
Bahlil menyatakan, bahwa pemerintah tetap mempertahankan harga subsidi untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Stok BBM nasional juga masih cukup untuk 20 hari ke depan. Namun, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax akan mengikuti fluktuasi harga minyak dunia.
Konflik di Timur Tengah, termasuk serangan AS-Israel ke Iran, telah mempengaruhi harga minyak global. Pemerintah Indonesia terus memantau situasi dan melakukan perhitungan cermat terkait subsidi energi.
APBN untuk subsidi BBM tahun 2025 sebesar Rp525 triliun, yang mencakup subsidi BBM dan LPG. Rinciannya adalah:
– BBM Bersubsidi: 19,41 juta kiloliter (KL), terdiri dari:
– Minyak tanah: 0,52 juta KL
– Minyak solar: 18,89 juta KL
– LPG 3 kg: 8,2 juta metrik ton
– Subsidi Listrik: Rp90,22 triliun
Alokasi ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, yaitu 19,58 juta KL, dan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penyaluran BBM bersubsidi agar lebih tepat sasaran. (BP/OKA)







