Informasi: Rubrik Sastra Balipolitika menerima kiriman puisi, cerpen, esai, dan ulasan seni rupa. Karya terpilih (puisi) akan dibukukan tiap tahun. Kirim karya Anda ke [email protected].

Peristiwa

Batal Tampil di HUT Kota Singaraja Ke-420, Penari Taruna Jaya Luapkan Emosi

Kadisbud Minta Maaf Sekala Niskala

TAK TERDUGA: Personil Sekaa Gong Legendaris Jaya Kusuma Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng dan Sekaa Gong Legendaris Eka Wakya Banjar Paketan, Desa Adat Buleleng tampak berdiri meninggalkan panggung saat pertunjukkan fashion show berlangsung serangkaian “Penutupan Malam Semarak Buleleng Berbangga” di Lapangan Bhuana Patra, Singaraja, Sabtu, 30 Maret 2024. Tampak dalam foto seorang penari marah-murah meluapkan emosi karena gagal tampil.

 

BULELENG, Balipolitika.com Insiden tak terduga terjadi di puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Singaraja ke-420 bertajuk “Penutupan Malam Semarak Buleleng Berbangga” yang digelar di Lapangan Bhuana Patra, Singaraja, Sabtu, 30 Maret 2024.

Mulus di awal, penampilan mabarung Sekaa Gong Legendaris Jaya Kusuma Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng dan Sekaa Gong Legendaris Eka Wakya Banjar Paketan, Desa Adat Buleleng sesuai siaran live situs https://www.youtube.com/live/aMOKAHVj4Yk?si=GBZ8dq7UjPy7F1Sn  mengundang decak kagum. 

Sekaa Gong Legendaris Jaya Kusuma Desa Jagaraga tampil pertama membawakan Tabuh Baratayudha. 

Penampilan apik Sekaa Gong Legendaris Jaya Kusuma yang diperkuat kombinasi seniman tua-muda, dibalas penampilan Sekaa Gong Legendaris Eka Wakya Banjar Paketan yang berdiri sejak 1917 lewat Tabuh Dwikora.

Sayangnya, belum tuntas pentas, kedua sekaa gong legendaris yang akan tampil mewakili Buleleng di Pesta Kesenian Bali Tahun 2024 ini dijeda sejumlah acara seremonial dan agenda acara lain hingga berselang kurang lebih satu setengah jam.

Puncaknya, belum sempat mementaskan Tari Taruna Jaya dan Tari Gelatik, tiba-tiba tanpa komando, personil kedua sekaa gong legendaris ini menurunkan piranti pentas mereka dari panggung saat fashion show berlangsung.

Hal ini otomatis menjadi tontonan para ribuan penonton yang memadati Lapangan Bhuana Patra, Singaraja.

Tak sedikit warga yang mengabadikan momen itu lantas mengunggahnya ke media sosial hingga komentar miring pun tak terhindarkan. 

Penempatan kesenian tradisional dengan modern dalam satu susunan acara dan satu panggung plus jeda pentas yang terlampau lama dinilai memicu kedua sekaa gong legendaris ini “membubarkan diri”. 

Salah satu konten di media sosial yang memantik respons kencang bahkan dibuat langsung oleh penari Taruna Jaya Sekaa Gong Legendaris Jaya Kusuma Desa Jagaraga.

Kekesalan penari Taruna Jaya ini diunggah oleh akun Instagram aryulangun dan hingga Minggu, 31 Maret 2024 pukul 16.51 mengundang 124 komentar, 1.060 like, dan 143 kali dibagikan.

“Kleng. Amah be geden-gedenang panitiane ne. Viralang bene. HUT Kota Singaraja sing karuan entek. Anak band barungange ges. Sing gong mabarung. Mani-mani orain panitane be amen ngae acara band deretang 5 hari. De ngedengang gong A, B, C, D, nani,” keluh sang penari dalam bahasa Bali khas Buleleng. 

Keluhan ini intinya mengkritisi konsep gong mabarung alias bertarung adu skills antara dua kelompok yakni Sekaa Gong Legendaris Jaya Kusuma Desa Jagaraga dan Sekaa Gong Legendaris Eka Wakya Banjar Paketan yang tidak berjalan mulus karena “dipotong” agenda pentas lain dalam jeda terlampau panjang oleh panitia penyelenggara. 

Akibat insiden tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Nyoman Wisandika memohon maaf atas kekeliruan jadwal yang disusun panitia. 

“Kami mohon maaf. Jadikan ini pembelajaran dan evaluasi buat kami, agar ke depan tidak seperti ini lagi,” ujar Wisandika di hadapan para seniman, Sabtu, 30 Maret 2024 dikutip dari media tatkala.co.

Tak sekadar memohon maaf, pada Minggu, 31 Maret 2024, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng dan jajaran juga mendatangi Sekaa Gong Legendaris Eka Wakya dan Sekaa Gong Jaya Kusuma menghaturkan Guru Piduka alias permohonan maaf secara niskala buntut insiden di “Penutupan Malam Semarak Buleleng Berbangga” di Lapangan Bhuana Patra, Singaraja, Sabtu, 30 Maret 2024. (bp/ken)

Berita Terkait

Back to top button

Konten dilindungi!