Informasi: Rubrik Sastra Balipolitika menerima kiriman puisi, cerpen, esai, dan ulasan seni rupa. Karya terpilih (puisi) akan dibukukan tiap tahun. Kirim karya Anda ke [email protected].

Politik

Gus Miftah Kirim Pesan ke Capres Gagal, Sindir Anies dan Ganjar?

Pendukung Sudah Nerima, Calonnya Masih Ngeyel

GUS MIFTAH KE PASLON KALAH: Gus Miftah lalu memberi pesan kepada para capres yang gagal untuk tidak mengeluh.


BANJARNEGARA, Balipolitika.com-
Pendakwah Gus Miftah memberi pesan kepada paslon yang kalah dalam Pilpres 2024. Walau tak menyebut nama, pesan Gus Miftah ini tampaknya ditujukan ke paslon 01 Anies-Muhaimin dan paslon 03 Ganjar-Mahfud.

Seperti diketahui Gus Miftah merupakan pendukung paslon 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024.

Gus Miftah aktif mengampanyekan paslon Prabowo-Gibran dalam setiap acara pengajian yang dihadirinya di sejumlah daerah.

Dalam salah satu pengajian, Gus Miftah memberi pesan khusus kepada paslon yang kalah di kontestasi Pilpres 2024.

“Tapi indonesia aneh lagi, pendukungnya sudah nerima, eh calonnya ngeyel kan goblok,” ujar Gus Miftah saat mengisi pengajian di Dusun Karangmalang, Jatilawang, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis 29 Februari 2024.

Gus Miftah lalu memberi pesan kepada para capres yang gagal untuk tidak mengeluh. Sebab kata dia, bukan hanya mereka yang sedang diuji oleh Allah SWT.

“Makanya mohon maaf wahai para capres yang gagal, jangan mengeluh. Bukan kamu satu-satunya yang sedang diuji. Bahkan faktanya semua orang sedang diuji dalam bentuk dan cara berbeda,” ujar Gus Miftah.

Menurut dia, hidup itu ada ujian makanya iman itu perlu dijaga dengan ilmu. “Makanya yang diangkat derajatnya oleh Allah ada 2 maka lumrah kalau yang menang 2,” tutur Gus Miftah.

Dalam kompetisi Pilpres 2024, memang belum ada paslon terpilih yang diumumkan resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Hanya saja berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, paslon 02 Prabowo-Gibran menang satu putaran. Hasil real count KPU sementara di website resmi KPU juga tak jauh berbeda dengan hasil hitung cepat.(bp/luc)

Berita Terkait

Back to top button

Konten dilindungi!