NASIONAL, Balipolitika.com – Prosesi kremasi jenazah Mayor Jenderal TNI (Purn) I Gusti Kompyang (IGK) Manila berlangsung di Rumah Duka Sentosa Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta, Rabu (20/8).
Kremasi sesuai Agama Hindu Bali dengan adanya pinandita. Duka mendalam dan suasana haru juga turut menghampiri Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh, beserta sejumlah tokoh yang menghadiri prosesi pelepasan jenazah dan kremasi IGK Manila, yang merupakan Gubernur Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem.
Hal itu terpancar dari raut wajah Surya Paloh kala peti jenazah yang berisi mendiang IGK Manila keluar dari Gedung ABN NasDem untuk ke Rumah Duka Sentosa Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) untuk proses kremasi.
IGK Manila sebelumnya meninggal dunia pada usia 83 tahun, Senin (18/8) pagi sekitar pukul 09.00 WIB di Rumah Sakit Bunda, Menteng, Jakarta.
Sebelum kremasi, jajaran petinggi DPP Partai NasDem bersama para kader menggelar upacara pelepasan jenazah dan tutup peti sebagai penghormatan terakhir di ABN Partai NasDem, Pancoran, Jakarta.
Surya Paloh memimpin langsung upacara pelepasan dan bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada pukul 09.00 WIB di Lapangan ABN NasDem.
Sejumlah tokoh nasional dan jajaran petinggi Partai NasDem hadir, di antaranya Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Prananda Surya Paloh, anggota Majelis Tinggi NasDem Lestari Moerdijat, Ketua Dewan Pertimbangan Siti Nurbaya Bakar, Sekretaris Jenderal NasDem Hermawi Taslim, hingga mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Prosesi upacara pelepasan jenazah, berawal dengan penyerahan jenazah dari keluarga kepada Partai NasDem untuk nantinya proses kremasi.
Di ABN NasDem, Surya Paloh hanya tertunduk lesu selama peti jenazah terbawa oleh prajurit TNI dari Komando Garnisun Tetap I (Kogartap) Jakarta melintas di depannya.
Tidak ada gesture lain yang Paloh berikan saat jenazah politikus yang sudah dianggap sahabatnya itu masuk ke dalam mobil jenazah. Terlihat, Paloh sesekali mengejamkan matanya seraya menahan tangis.
Saat peti yang membawa IGK Manila masuk ke dalam mobil jenazah, Paloh beberapa kali memberikan hormat dari bagian belakang mobil. Surya Paloh terlihat berdiri terpaku bahkan hingga iring-iringan seluruh kendaraan keluarga almarhum IGK Manila meninggalkan lapangan upacara ABN NasDem.
Prosesi kremasi di Rumah Duka Sentosa RSPAD, Jakarta. Kremasi dengan upacara Hindu Bali dalam pimpinan pinandita Ida Bagus Putu Suryana serta Jro Mangku Nyoman Sumiyarta.
Pihak keluarga dan kerabat dapat kesempatan meletakkan bunga mawar putih, ke peti jenazah serta prosesi memercikkan air suci dan mendoakannya sebelum jenazah prosesi pembakaran.
Setelah pembakaran, abu inti dari mendiang IGK Manila tersimpan kembali di Gedung ABN NasDem yang berlokasi di Pancoran.
Menurut Sekjen DPP Partai NasDem Hermawi Taslim, keputusan untuk menyimpan abu inti dari mendiang IGK Manila itu setelah ada komunikasi antara pihak keluarga dengan pihak DPP Partai NasDem.
“Abunya kembali ke Gedung ABN NasDem, baru dapat konfirmasi. Sampai tadi malam, anak laki-laki yang pertama ingin terbawa ke Bali, tapi nggak tahu pagi ini berubah lagi,” kata Hermawi kepada awak media di Lapangan Upacara ABN NasDem.
Nantinya abu inti dari tubuh mendiang IGK Manila akan tersimpan di ruang kerjanya selama menjabat sebagai Gubernur ABN NasDem di Lantai 4 Gedung ABN.
Dengan adanya abu inti dari tubuh IGK Manila tersebut, harapan para keluarga atau jajaran kader dari Partai NasDem bisa selalu memberikan doa atas kepergian IGK Manila. “Semayam abunya di lantai 4, di ruangan beliau,” beber dia.
Namun kata Hermawi, tidak semua abu dari tubuh IGK Manila yang akan kembali ke ABN. Sebagian di antaranya akan larung di laut yang sudah pihak keluarga tetapkan. “Biasanya sebagian juga larung. Tetapi abu yang permanen di sini (ABN),” tandas dia. (BP/OKA)












