BADUNG, Balipolitika.com– Masih ingat kasus Perbekel Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, I Ketut Luki yang terjaring OTT Polda Bali, Selasa, 5 November 2024 di Puspem Badung?
Pengganti sang perbekel yang ditangkap pasca menghadiri acara antikorupsi KPK terkait dugaan pemerasan proyek pura senilai Rp20 juta itu dilantik Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa di Ruang Kertha Gosana Puspem Badung, Selasa, 31 Maret 2026.
Selain Perbekel Antar Waktu (PAW) Desa Bongkasa, Bupati Badung juga melantik dua PAW lainnya, yakni Perbekel Desa Pangsan, Kecamatan Petang dan Perbekel Desa Sedang.
Turut hadir Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti bersama Wakil Ketua Komisi I I Gusti Lanang Umbara, para pejabat terkait dilingkungan Pemkab Badung, para Camat se-Badung, Organisasi Kewanitaan, Ketua BPD, LPM serta para Perbekel dan Ketua TP PKK se-Badung.
Pada kesempatan tersebut dilaksanakan pengambilan sumpah, pelantikan dan penandatangan pakta integritas kepada tiga orang Perbekel Antar Waktu, yaitu atas nama I Gusti Ngurah Muliharta sebagai Perbekel Pangsan Kecamatan Petang periode Tahun 2026-2029, atas nama I Gusti Ngurah Suwindra sebagai Perbekel Sedang Kecamatan Abiansemal periode Tahun 2026-2029, dan atas nama I Gusti Agung Sumajaya sebagai Perbekel Bongkasa Kecamatan Abiansemal periode 2026-2030.
Dalam sambutannya, Adi Arnawa mengucapkan selamat kepada perbekel yang baru saja dilantik.
Disampaikan kepada perbekel yang dilantik untuk segera menyesuaikan diri, terutama terkait dengan visi misi Bupati Badung.
Karena bagaimana pun juga perbekel terpilih ini kan melaksanakan daripada apa yang menjadi visi misi Bupati.
“Perbekel harus beradaptasi terhadap program-program Pemerintah Kabupaten Badung, terutama terkait data-data di lapangan. Ini yang penting, saya selaku Bupati tentu sangat ingin sekali apa yang menjadi program-program unggulan kami benar-benar tepat sasaran. Jadi masyarakat yang berhak itu mendapatkan, jangan sampai nanti ada masyarakat yang memang berhak tapi tidak mendapatkan. Ini kan sayang sekali, padahal itu adalah program yang menurut kami sangat membantu daripada kondisi masyarakat kita, terutama masyarakat-masyarakat yang memang dalam kondisi tidak berdaya,” ujar Adi Arnawa.
Lebih lanjut dikatakan, sebagai ujung tombak pemerintahan, perbekel memiliki peran strategis dalam menggerakkan pembangunan desa, memberikan pelayanan kepada masyarakat 24 jam penuh, apalagi wilayahnya sering terjadi bencana alam yang membutuhkan pelayanan secara all out.
“Masyarakat Badung ini walaupun ya boleh dibilang luarnya sedikit berbedalah, tapi nyatanya kalau kita lihat kadang masih ada masyarakat yang kondisi rumahnya, termasuk kondisi fisiknya sangat memprihatinkan. Untuk itulah ini akan kami fokuskan untuk bisa kami atasi sehingga benar-benar Indeks Pembangunan Manusia ini memang benar-benar kita bisa pertanggung jawabkan,” imbuhnya. (bp/ken)













