BALI, Balipolitika.com – Lagi, seorang PMI meninggal dunia di Turki.
Ia adalah Komang Sasa Dwi Lestari, yang meninggal dunia karena sakit, konon sakitnya adalah asam lambung kronis.
Mang Sasa, sapaan akrabnya, terkenal baik, pekerja keras dan mandiri. Ia bahkan sering menyisihkan penghasilannya dari kerja di luar negeri untuk pendidikan adiknya.
Korban berasal dari Banjar Dinas Silagading, Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Berusia 22 tahun, dan tutup usia karena sakit asam lambung akut.
Mang Sasa merupakan alumni SMK 1 Kuta Selatan jurusan Pariwisata. Menurut salah satu keluarga bernama Putu Desni Irawan, semasa hidupnya Komang Sasa adalah pribadi yang baik, pekerja keras dan mandiri.
Kemandiriannya akhirnya mengantar Komang Sasa untuk merantau ke negara Turki sejak lulus tahun 2021 silam. Di negara dengan julukan Gerbang Timur dan Barat ini, Komang Sasa bekerja sebagai terapis spa.
“Di sana almarhum hanya sendiri, tinggalnya di apartemen,” jelasnya, Rabu (17/9). Tak hanya itu, Komang Sasa juga sebagai pribadi yang sayang keluarga.
Sering kali menyisihkan pendapatannya untuk dikirim ke Bali, membantu kebutuhan keluarga dan pendidikan kedua adiknya. Walaupun sebenarnya Komang Sasa bukan merupakan tulang punggung.
Irawan mengungkapkan, sejatinya sebelum berangkat ke Turki adik sepupunya ini sudah punya riwayat sakit asam lambung.
Di Turki, penyakitnya itupun kerap kambuh beberapa kali dan sempat ia ceritakan pada ibunya melalui panggilan telepon. Walau demikian, Komang Sasa masih tetap bekerja seperti biasa.
Hingga pada Minggu (14/9), pihak keluarga menerima kabar mengejutkan. Sebab Komang Sasa telah meninggal dunia di kamar apartemennya.
“Kami menerima informasi ini dari teman sekamar Komang Sasa,” ucapnya. Jenazah Komang Sasa telah tiba di rumah duka pada Rabu (17/9) dini hari.
Rencananya pemakaman jenazah Komang Sasa pada Kamis (18/9) di Setra Desa Adat Sambirenteng jam 13.00 Wita. (BP/OKA)












