TABANAN, Balipolitika.com- Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Nyoman Arnawa meninjau langsung kondisi kediaman I Wayan Karem yang roboh dan tak layak huni. Musibah bangunan roboh di Banjar Tegayang Desa Penatahan tersebut memicu keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan tokoh masyarakat. Pihak legislatif segera berkoordinasi dengan pemerintah provinsi guna mengupayakan dana stimulan bagi perbaikan hunian warga tersebut.
“Jadi saya melakukan pemantauan dimana baru-baru ini rumahnya roboh dan tidak bisa ditempati. Jadi kami bersama Perbekel Desa Penatahan, bersama dengan tokoh masyarakat mempunyai inisiatif, mengusulkan kepada pak Gubernur, dan astungkara Pak Gubernur sudah siap membantu dan sudah nyata bantuan daripada Pak Gubernur Bali, sebesar 51 juta,” ujar I Nyoman Arnawa saat meninjau lokasi reruntuhan rumah, Selasa, 28 April 2026.
Politikus asal Penebel ini menilai dana bantuan tersebut sudah mencukupi untuk memulai proses pembangunan konstruksi utama. Pemerintah Provinsi Bali mengucurkan anggaran tersebut agar keluarga terdampak segera memiliki tempat bernaung yang layak dan aman. Arnawa memastikan seluruh proses administrasi bantuan akan berjalan lancar tanpa hambatan birokrasi yang berbelit bagi korban.
“Nah kira-kira, cukup untuk membangun, sekalipun belum finishing. Jadi setidaknya rumah dari Wayan Karem itu bisa dibangun dengan bantuan dari Gubernur Bali Wayan Koster,” katanya.
Legislator ini juga meminta Dinas Perkim Kabupaten Tabanan untuk segera turun tangan melakukan pendampingan teknis lapangan. Kerjasama lintas instansi sangat penting agar sisa pengerjaan tahap akhir bangunan bisa tuntas dalam waktu singkat. Pemerintah daerah memikul tanggung jawab besar dalam menjamin kesejahteraan serta keselamatan seluruh warga yang tertimpa musibah.
“Mudah-mudahan untuk finishingnya nanti, Perkim Kabupaten Tabanan bisa memberikan bantuan, untuk bisa masyarakat ini bisa diselesaikan,” tutur Arnawa.
Arnawa secara pribadi berkomitmen memberikan sumbangan dana tambahan untuk menutupi kekurangan biaya upah tenaga kerja bangunan. Beliau mengajak seluruh elemen masyarakat sekitar untuk membangkitkan kembali semangat gotong royong dalam membantu sesama warga. Langkah nyata ini menjadi bentuk kepedulian sosial yang konkret di tengah kesulitan ekonomi yang melanda keluarga korban.
“Dan saya secara pribadi juga ikut gotong royong di ongkos tukang dan lain-lain,” ucapnya.
Anggota dewan ini menekankan bahwa pemerintah kabupaten harus hadir secara nyata dalam setiap bencana yang menimpa rakyat. Penanganan rumah tidak layak huni menjadi prioritas utama dalam agenda kerja pemerintah daerah demi stabilitas sosial masyarakat. Arnawa berjanji akan terus mengawal proses renovasi ini hingga keluarga Wayan Karem dapat tidur dengan tenang.
“Jadi saya secara pribadi pasti akan membantu. Namun besar harapan kami, selaku ketua DPRD Tabanan Pemerintah Kabupaten Tabanan wajib peduli, dan bisa diselesaikan agar bisa ditempati oleh warga kami,” pungkas Arnawa. (BP/CHA).













