JAKARTA, Balipolitika.com-Turut berduka cita. Korban meninggal dunia akibat gempa dahsyat yang mengguncang Myanmar bertambah menjadi 2.719 orang, dengan 4.521 korban luka, dan lebih dari 400 lainnya hilang sesuai laporan China Central Television (CCTV) pada Selasa, 1 April 2025.
Pada Senin, 31 April 2025, Kantor Berita Xinhua yang mengutip otoritas setempat menyebutkan korban meninggal mencapai 2.000 lebih, dengan sekitar 3.900 korban luka dan 270 lainnya hilang.
Sementara itu, Kantor Berita Anadolu melansir bahwa pada Senin, pemerintah Myanmar mengumumkan masa berkabung nasional selama tujuh hari pascagempa bumi 7,7 magnitudo.
Merespons gempa bumi super dahsyat itu, Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan, dan Kesiapsiagaan Laksda TNI R. Eko Suyatno mendampingi Kepala Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melepas 73 personel Indonesia Search and Rescue (INASAR) menuju lokasi terdampak gempa di Myanmar, Selasa, 1 April 2025.
Kepala BNPB dalam sambutan pelepasan tim INASAR menyampaikan bahwa gempa yang terjadi di Myanmar 28 Maret 2025 lalu memakan banyak korban jiwa.
Sampai dengan hari ini sudah lebih dari 2.600 korban yang meninggal dunia namun yang perlu diselamatkan juga masih banyak.
“Untuk kondisi tempat penugasan kali ini tidak seperti negara kita atau tidak seperti penugasan Basarnas 2023 lalu ketika gempa Turkiye dan Suriah. Mungkin situasi disana lebih sulit karena diinformasikan komunikasi belum berjalan bagus, beberapa daerah listrik masih padam. Tentunya yang mendukung tim INASAR disana sangat terbatas,” ujarnya.
Kepala BNPB juga yakin personel Indonesia dapat melaksanakan tugas dengan optimal, berbekal dari pengalaman di Turkiye meskipun sudah lewat dari golden time namun tim INASAR masih bisa mengevakuasi kurang lebih 15 jenazah dan itu bisa menjadi modal untuk bertugas di Myanmar.
“Saat ini sudah banyak negara yang mengirimkan bantuan personel diantaranya Singapura, Malaysia, Philipina, Korea Selatan, dan China. Semua kekuatan negara hampir sama dan mereka bekerja bersama-sama tidak menonjolkan batas-batas negara,” sambungnya.
Bantuan yang dikirimkan Indonesia mencakup tim penyelamatan, tenaga medis, serta logistik yang dikirimkan menggunakan dua pesawat Hercules dan satu pesawat Boeing 747 dari Lapangan Udara Halim Perdanakusumah. Sesuai surat penugasan, dari BASARNAS mengirimkan sebanyak 52 orang.
Sementara itu Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya ditemui di Karangasem saat memantau Posko Siaga SAR Khusus Lebaran 2025 mengatakan bahwa Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar juga terlibat dalam pengiriman bantuan ke Myanmar.
“Dari kami ada 2 personel yang turut diberangkatkan di mana ada petugas medis dan rescuer,” terangnya.
Yang diberangkatkan tentunya adalah personel pilihan yang sudah terlatih serta teruji sesuai standard dalam tim INASAR.
Ia berharap nantinya semua personel dapat dilancarkan dalam melaksanakan tugas dan kembali dalam keadaan selamat. (bp/ken)