DENPASAR, Balipolitika.com– Tragedi kebakaran ogoh-ogoh “Murkaning Adi Jembawan” karya Sekehe Teruna Teruni Suralaga, Banjar Wangaya Kelod, Dauh Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar hingga ludes tinggal rangka besi pada Minggu, 23 Maret 2025 sampai di telinga Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta dan Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara.
Gerak cepat, tak sampai 1x 24 jam, keduanya hadir langsung di Balai Banjar Wangaya Kelod, Minggu, 23 Maret 2024.
Kedua politisi tersebut disambut pengurus Sekehe Teruna Teruni Suralaga dan Prajuru Banjar Wangaya Kelod.
Seketika luka dan rasa kecewa kehilangan ogoh-ogoh yang sedianya diarak di malam Pangerupukan, Jumat, 28 Maret 2025 serangkaian hari suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947 pada Sabtu, 29 Maret 2025 “terobati”.
Dikenal bares, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta memberikan sumbangan sebesar Rp35.000.000 yang langsung diterima perwakilan Sekehe Teruna Teruni Suralaga dan disaksikan Prajuru Banjar Wangaya Kelod.
Tak mau ketinggalan, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara juga memberikan sumbangan sebesar Rp10.000.000 kepada STT Suralaga.
Kepedulian Giri Prasta dan Jaya Negara disambut gegap gempita oleh krama adat dan dinas setempat.
Atas sumbangan tersebut, pengurus Sekehe Teruna Teruni Suralaga dan Prajuru Banjar Wangaya Kelod mengucapkan terima kasih.
Diberitakan sebelumnya, saksi Wahyudi (50 tahun) kepada polisi mengatakan sebelum kebakaran ia sedang melakukan pengelasan pada bagian besi penyangga ogoh-ogoh.
Krama setempat Nyoman Dedi Suryanata (36 tahun) menyebut sekaa teruna mengelas ogoh-ogoh untuk menurunkan tinggi ogoh-ogoh agar memudahkan melalui rute yang akan dilalui saat diarak di malam Pangerupukan 5 hari mendatang.
Apesnya, meskipun ogoh-ogoh sudah dibasahi luar dalam, api tetap melalap bulu ogoh-ogoh yang terbuat dari bahan mudah terbakar.
“Material ogoh-ogoh berbahan coco fiber sangat mudah terbakar mengakibatkan api dengan cepat membesar,” ujar Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi.
Para pemuda dan warga setempat sempat berusaha memadamkan api dengan sarana seadanya, namun api justru membesar.
Tak bisa dikendalikan, api akhirnya melalap seluruh bagian ogoh-ogoh hingga hanya menyisakan rangka besi.
Setiba di lokasi, dengan sigap petugas BPBD Kota Denpasar berusaha memadamkan api dan si jago merah bisa dijinakkan sekitar pukul 16.00 Wita.
“Kerugian akibat kejadian itu diperkirakan sebesar Rp25 juta,” ungkap AKP I Ketut Sukadi. (bp/ken)