TAK KAPOK-KAPOK: Residivis kambuhan Muhammad Puji Irama (28 tahun) meringis kesakitan karena kakinya dihadiahi timah panas oleh aparat kepolisian. Kini pria asal Kediri, Jawa Timur itu siap-siap masuk bui untuk yang keenam kalinya.
DENPASAR, Balipolitika.com- Lima kali keluar masuk bui, Muhammad Puji Irama (28 tahun) tak kapok-kapok. Sebaliknya, pria asal Kediri, Jawa Timur itu kini tampaknya semakin mahir dalam menentukan target mangsanya.
Iphone 13 yang di pasaran dibanderol paling murah di kisaran harga Rp10.249.000 hingga harga termahal Rp21.999.000 menjadi sasarannya.
Apesnya, meski berpengalaman di dunia curi-mencuri, Muhammad Puji Irama terciduk lagi.
Tim Jatanras Polda Bali pun terpaksa menghadiahkan timah panas di betis kaki kirinya lantaran berusaha kabur saat diamankan, Selasa, 4 Juni 2024.
“Pelaku mencuri Iphone 13 di rumah warga berinisial MK (22 tahun) di Jalan Padang Luwih, Penatih, Denpasar Timur, pada Rabu 22 Mei 2024 sekitar pukul 04.30 Wita,” ungkap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, Selasa, 4 Juni 2024.
Pemilik Iphone 13 melaporkan rumahnya dimasuki maling pada Rabu, 22 Mei 2024 sekitar pukul 04.30 subuh.
Saat bangun tidur korban tidak melihat tas berisi Airpod Pro merek Apple, Portable Hub, dan Macbook Pro di atas kasurnya.
Si maling juga mencuri Iphone 13 yang berada di atas meja. Atas kejadian itu korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp50.000.000.
Merespons laporkan korban, Tim Resmob Subdit 3 Ditreskrimum Polda Bali melakukan penyelidikan dan pengecekan CCTV serta serangkaian penyelidikan lainnya.
Terduga pelaku pun mengarah pada Muhammad Puji Irama hingga kemudia sang residivis ditangkap di sebuah bedeng proyek yang beralamat di Jalan Babahan, Pererenan, Badung, Sabtu, 1 Juni 2024 sekitar pukul 01.00 tengah malam.
“Namun, karena melawan dan berusaha kabur, polisi terpaksa memberikan tindakan tegas menembak kaki kiri pelaku dengan timah panas,” beber Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan.
Berdasarkan hasil interogasi, tersangka Muhammad Puji Irama mengaku masuk ke rumah korban dengan cara memanjat tembok dan melalui balkon memasuki kamar korban.
Terkait pengungkapan kasus ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk memasang kamera pemantau alias CCTV di setiap pojok rumah agar bisa memantau langsung kondisi rumah dan terjaga dari aksi pencurian.
“Kami pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan untuk lebih aman agar memasang CCTV di sudut-sudut rumah supaya kita bisa awasi kapan pun, darimana pun saat kita sedang bepergian,” tutup Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan. (bp/ken)