BALI, Balipolitika.com – Lagi terjadi kasus ulah pati di Buleleng, tetapi kali ini korbannya adalah WNA asal Denmark.
Turis ini bernama Maja Miriam, berusia 53 tahun dan tinggal di sebuah penginapan di Buleleng. Penemuan mayat Maja atau Maya dalam dialek lokal, pertama kali oleh petugas PDAM.
Putra, nama petugas PDAM ketika itu hendak mengecek meteran air, melihat pintu pagar rumah dalam keadaan sedikit terbuka. Ia sempat mengucapkan ‘permisi’, namun tidak ada jawaban dari penghuni rumah.
“Karena tidak ada jawaban, saksi langsung membuka pintu pagar rumah. Namun saat memasuki halaman, ia mendapati penghuni rumah bernama Maya dalam keadaan duduk bersimpuh mengadap ke timur. Saksi juga melihat leher WNA perempuan itu terikat tali tambang plastik dan kedua tangannya sudah biru,” jelasnya.
Putra segera keluar rumah memberi tahu tetangga sekitar. Hingga beberapa saat kemudian, pemilik rumah bernama Kadek Astawa datang. Ia segera melapor ke aparat desa dan Polsek Kota Singaraja untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
Peristiwa ini terjadi di salah satu perumahan wilayah Banjar Dinas Banyualit, Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng pada Selasa (10/2).
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz membenarkan ihwal peristiwa ini. Menurut keterangan pemilik rumah, kata Iptu Yohana, Maya sudah tinggal di rumah tersebut sejak empat bulan lalu.
Sehari sebelum ia nekat ulah pati, Maya sempat mendatangi undangan Astawa yang menggelar tiga bulanan cucu. Saat hendak pulang, Maya sempat mengatakan kalimat perpisahan.
“Karena merasa curiga, saksi sempat mengonfirmasi kenapa dia mengucapkan kalimat tersebut. Sebab setahu saksi, dia sudah harus kembali ke negaranya. Namun hanya jawaban ‘makanya saya mengucapkan selamat tinggal kepada anda’ oleh yang bersangkutan,” ungkap Iptu Yohana.
Kemudian keesokan harinya, Astawa sempat mengirim pesan pada Maya untuk makan dan minum kopi di rumahnya melalui chat WhatsApp. Namun tidak ada jawaban. Hingga pada pukul 11.00 Wita, ia mendapat kabar dari tetangga jika Maya sudah meninggal dengan dugaan mengakhiri hidup, dan agar ia datang ke lokasi.
Kepada polisi, Astawa juga menerangkan jika Maya kerap cerita sedang stres karena tekanan ekonomi. Sebab semua akses keuangan terblokir, termasuk ATM dan kartu kreditnya. Maya pernah mendatangi Konsulat Denmark di Denpasar untuk minta bantuan pulang ke negaranya, namun tidak ada tanggapan.
Terungkap pula jika Maya sudah berulang kali berupaya mengakhiri hidup. Pada tanggal 17 Desember 2025 lalu, ia sempat menerobos pantai menggunakan sepeda motornya. Namun upaya tersebut berhasil gagal oleh warga sekitaran Dermaga Pantai Lovina, Desa Kalibubuk, Kecamatan Buleleng.
Tim Forensik RSUD Buleleng kemudian melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah Maya. Menurut keterangan dokter forensik RSUD Buleleng, dr Klarisa, tidak ada luka maupan tanda kekerasan di bagian tubuh yang terlihat. Maya perkiraan meninggal dunia kurang dari 24 jam sebelum penemuan. (BP/OKA)




