BALI, Balipolitika.com – Tragedi memilukan mencoreng euforia turnamen sepak bola internasional di Bali.
Seorang remaja asal India berinisial SA (14) tak bernyawa di dasar kolam renang sebuah hotel di kawasan Jalan Bypass Ngurah Rai, Denpasar Timur, Rabu (1/4) malam.
Niat hati mencetak prestasi di lapangan hijau, talenta muda ini justru harus pulang dalam peti jenazah.
KRONOLOGI
Sekitar pukul 21.10 WITA, saksi melihat bayangan mencurigakan di dasar kolam sedalam 2 meter. Saat terangkat, korban masih mengenakan kaos hijau dan kaos kaki putih.
Upaya pompa jantung di gazebo hotel tak membuahkan hasil. Korban meninggal dunia sebelum sempat mendapat penanganan medis di RS Dharma Yadnya.
Di saat 31 anggota tim lainnya pergi makan malam ke Sanur, korban tetap berada di hotel. Kenapa remaja 14 tahun bisa terlepas dari pantauan official?
Kapolsek Denpasar Timur, Kompol Ketut Tomiyasa, mengonfirmasi tidak ada tanda kekerasan, murni tenggelam.
Namun, publik bertanya-tanya bagaimana mungkin seorang atlet remaja tenggelam di kolam hotel tanpa ada yang menyadari hingga satu jam lamanya?
Apakah ini murni musibah, atau ada kelalaian SOP dari pihak tim maupun hotel dalam mengawasi anak-anak di bawah umur?
Saat ini jenazah SA masih di RS Bali Mandara menunggu proses dari kedutaan. Sebuah peringatan keras bagi seluruh penyelenggara event internasional agar nyawa atlet tidak jadi taruhan demi sebuah kompetisi!
Tulis belasungkawa kalian di kolom komentar. Semoga keluarga yang ditinggalkan di India diberikan ketabahan. (BP/OKA)












