BADUNG, Balipolitika.com- Sejarah desa Cemagi berkaitan erat dengan kisah seorang pengembara sakti. Lantas bagaimana sebenarnya Desa dengan luas 4,58 kilometer persegi ini terbentuk.
Setiap desa menyimpan kisah asal-usul yang misterius. Sejarah Desa Cemagi dimulai dari seorang pengembara sakti. Kisah ini diceritakan secara turun temurun oleh para penglingsir. Kisah ini berawal sebelum Kerajaan Mengwi berdiri.
Sang pengembara berasal dari Bali Barat. Wilayah itu sekarang kita kenal sebagai Gilimanuk. Beliau menyusuri pantai selatan Bali ke arah timur. Perjalanan spiritual ini sangat panjang.
Batu Ngaos dan Desa Mengening
Sang pengembara akhirnya tiba di Pantai Semenur. Daerah ini terkenal sangat angker pada masa itu. Wilayahnya dipenuhi bebatuan dan hutan lebat sekali. Sang pengembara sampai terengah-engah dalam perjalanan.
Beliau kemudian menggelar japa mantra. Tempat itu lalu dinamakan Batu Ngaos. Kata Ngaos berarti terengah-engah dalam bahasa Bali. Tempat suci Pura Gede Luhur Batu Ngaos berdiri di sana.
Pengembara sakti ini kemudian mendirikan sebuah desa. Beliau menetap atau meneng di hutan tersebut. Dari kata meneng (tinggal) inilah muncul sebuah dusun. Dusun atau banjar itu kini bernama Mengening. Setelah beberapa lama, beliau melanjutkan perjalanannya.
Dari Desa Sagi Menjadi Cemagi
Beliau melanjutkan perjalanan ke arah utara. Tempat itu dipenuhi oleh hutan Celagi atau pohon asem. Hutan asem ini menjadi pemukiman baru. Beliau menyebut tempat itu sebagai Desa Sagi. Kata Sagi berarti menyuguhkan atau mempersembahkan.
Lambat laun, setelah masyarakatnya berkembang. Masyarakat menyebut tempat itu dengan nama Cemagi. Nama “Desa Cemagi” dipakai hingga sekarang ini.
Pemekaran Desa dan Berdirinya Cemagi
Pada tahun 1950-an, Desa Cemagi adalah Desa Dinas. Desa ini dipimpin oleh seorang Kepala Desa atau Perbekel. Namun, pada tahun 1960-an terjadi penyatuan wilayah. Desa Cemagi bergabung menjadi satu desa dinas dengan Desa Munggu. Wilayah gabungan ini sangat luas, mencakup 25 Banjar Dinas.
Mengingat luasnya wilayah, pemekaran pun diusulkan. Tahun 1997, Desa Munggu dimekarkan menjadi dua desa. Desa itu adalah Desa Munggu dan Desa Cemagi yang baru.
Desa Cemagi resmi berdiri secara definitif. Peresmian itu terjadi pada tanggal 27 Juli 1999. Surat Keputusan (SK) dikeluarkan oleh Bapak Gubernur Bali. Gubernur Bali pada waktu itu adalah Bapak Dewa Berata. Kepala Desa Cemagi pertama menjabat pada tahun 2000. Beliau adalah Bapak Dewa Putu Gede, menjabat hingga 2008.
Sejarah Desa Cemagi adalah kisah perjuangan leluhur. Mereka mengubah hutan lebat menjadi pemukiman. Desa ini adalah warisan spiritual pengembara sakti. Semangat ini terus hidup hingga kini. (BP/CHA).













