DENPASAR, Balipolitika.com– Pemkot Denpasar menggelar persembahyangan bersama memperingati Rahina Tumpek Wayang di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu, 14 Maret 2026.
Persembahyangan bersama tersebut dihadiri langsung Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, jajaran Forkopimda, OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, undangan lain serta masyarakat yang ikut membaur di dalamnya.
Jaya Negara mengatakan bahwa secara filosofis Tumpek Wayang merupakan hari suci pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa yang memberi pencerahan kehidupan di dunia, menerangi kegelapan serta membangkitkan daya kesenian dan keindahan dalam setiap ciptaan-NYA.
Jaya Negara menambahkan dalam ritual Tumpek Wayang, umat Hindu mengupacarai berbagai jenis kesenian dan benda kesenian seperti wayang, barong, rangda, topeng, segala jenis gamelan dan lain sebagainya.
“Ritual ini juga sebagai bentuk rasa syukur terhadap Sang Hyang Taksu. Sang Hyang Taksu ini sendiri disimbolkan dengan kesenian Wayang Kulit. Karena dalam kesenian Wayang Kulit ini semua eksistensi dan esensi kesenian sudah terkandung didalamnya,” ujar Jaya Negara.
Sementara itu, Kabag Kesra Setda Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara ditemui usai kegiatan menjelaskan persembahyangan bersama memperingati Rahina Tumpek Wayang oleh Pemkot Denpasar ini dipuput oleh Ida Pedanda Made Taman Dwija Putra Grya Pahang Penatih.
“Prosesi diawali dengan sesolahan Wayang Lemah dan diiringi suara Kekidungan Suci. Semoga kegiatan ini dapat memberikan energi positif bagi kita semua, sebagai penanda untuk senantiasa mulatsarira atau intrsospeksi diri untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya,” ujarnya. (bp/ken)













