esai
-
Esai
Nyepi, Puasa, dan Car Free Day
“Kamu tidur dengan Pekak saja malam ini. Besok ada Nyepi?” “Nyepi itu apa?” “Orang tak boleh ke luar ke jalan.”…
Selengkapnya » -
Esai
Apabila Guru Tergantikan AI: Akankah Kemanusiaan Tetap Bertahan
DI ABAD yang dipenuhi algoritma ini, pertanyaan tentang peran guru dalam lanskap pendidikan yang dikepung oleh kecerdasan buatan (AI) semakin…
Selengkapnya » -
Sastra
Perampasan Tanah, Absennya Perampasan Aset, dan Kenangan Hukum yang Luka
“Pak kenapa ya sekarang ini perampasan tanah dan lahan semakin sering dilakukan aparatus negara? Kenapa bukan perampasan aset para koruptor…
Selengkapnya » -
Sastra
DARI (TANAH AIR) DUKUH PARUK KE INDONESIA
MEMBACA TRILOGI Ronggeng Dukuh Paruk adalah membaca sejarah Indonesia dalam konstelasi dukuh (dusun kecil) dan negara. Bagi Rasus, Dukuh Paruk…
Selengkapnya » -
Esai
Hanya karena Kuasa dan Kemurahan Tuhan
HIDUP untuk sesama adalah aturan alam. Hidup adalah seni membiasakan diri untuk menghadapi hal-hal yang tidak kita harapkan terjadi. Hidup…
Selengkapnya » -
Sastra
Kesejatian Cinta
BEBERAPA HARI ini saya membolak balik syair-syair penyair sufi dari Persia, Jalaludin Rumi. Puisi menjadi penghiburan saat saya menemukan jalan…
Selengkapnya » -
Sastra
Puisi sebagai Teknologi dalam Menemukan Bahasa
PUISI bukan sekadar rangkaian kata indah atau alat pengajaran dengan pesan tertentu. Ia adalah teknologi: cara berpikir, mekanisme kerja, dan…
Selengkapnya » -
Sastra
Eksistensialisme Hari Minggu Bersamamu
MEMBACA Hari Minggu Bersamamu adalah membaca eksistensi penyair dalam mencari dan menemukan makna hidup. Pencarian itu dilakukan oleh Gody Usnaat melalui…
Selengkapnya »