BADUNG, Balipolitika.com– Masih ingat candi bentar tidak simetris atau besar sebelah alias candi bentar-bentir renovasi penyengker Pantai Seminyak, Legian, dan Kuta di Kecamatan Kuta yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Badung Tahun Anggaran 2023 senilai Rp27,3 miliar yang jadi tertawaan dunia?
Meski hasil pekerjaannya jadi tertawaan dunia, ternyata PT Bianglala Bali tetap eksis dan kini menjadi pemenang tender proyek pembangunan Museum Taman Perdamaian Bali di Kuta bernilai super fantastis, yakni Rp131.105.658.871 atau Rp131,1 miliar lebih.
Berdasarkan data pada laman LPSE Badung, paket proyek dengan kode RUP 66107821 tersebut menggunakan sumber dana APBD 2026 dengan nilai pagu mencapai Rp145,7 miliar di mana nilai harga perkiraan sendiri (HPS) tercatat sebesar Rp133,79 miliar.
PT Bianglala Bali sebagai pemenang tender sudah menandatangani MoU dengan Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung.
Sesuai papan pengumuman di lokasi proyek diketahui pekerjaan Belanja Pembangunan Museum Taman Perdamaian Bali ini bernomor SPK: 400.6.2/2059/DISHUB tertanggal 21 April 2026 bernilai Rp131.105.658.871 dengan jangka waktu pelaksanaan 240 hari kalender.
Dalam proyek bernilai fantastis ini, PT Bianglala Bali selaku kontraktor pelaksana, PT Demensi Ronakon KSO CV. Bina Bwana Wisesa selaku konsultan pengawas, dan PT Tata Rancana Hijau sebagai konsultan perencana.
Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gede Sukadana mengatakan Museum Taman Perdamaian Bali di Kuta bernilai super fantastis, yakni Rp131,1 miliar lebih bukan sekadar bangunan, melainkan monumen hidup yang merangkum tiga dimensi sekaligus, yakni kenangan, edukasi, dan harapan.
“Museum ini bukan sekadar bangunan. la adalah monumen hidup yang merangkum tiga dimensi sekaligus, yakni kenangan, edukasi, dan harapan,” ujar I Gede Sukadana.
Anggaran super fantastis, yakni Rp131,1 miliar akan menopang museum dirancang sebagai fasilitas terintegrasi yang memadukan fungsi sejarah, pendidikan, dan ruang publik modern.
Museum Taman Perdamaian Bali ini akan dilengkapi ruang pamer, ruang koleksi, ruang edukasi audio visual, ruang pertemuan, ruang terbuka hijau, hingga parkir basement dua lantai.
Khusus kemenangan tender PT Bianglala Bali yang sempat naik daun dan jadi “tertawaan dunia” versi netizen di 2023 lalu berkat mahakarya “Candi Bentar-Bentir” diketahui dari sisi teknis pengadaan, tender proyek konstruksi ini menggunakan metode pascakualifikasi satu file dengan sistem harga terendah gugur.
PT Bianglala Bali dinyatakan menang setelah unggul dari 42 perusahaan yang mengikuti tender paket pekerjaan kategori konstruksi dengan kualifikasi usaha besar dan berlokasi di lingkungan Dinas Kebudayaan Badung ini.
Diberitakan sebelumnya, penampakan renovasi penyengker Pantai Seminyak, Legian, dan Kuta di Kecamatan Kuta yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Badung Tahun Anggaran 2023 sempat jadi bahan tertawaan masyarakat Indonesia bahkan dunia.
Proyek pekerjaan konstruksi yang dimulai pada 14 Maret 2023 dan diawasi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Badung itu menghabiskan biaya yang tidak sedikit.
Mengacu http://lpse.badungkab.go.id/eproc4/lelang/8388113/pengumumanlelang diketahui pekerjaan konstruksi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang itu dirancang dengan pagu anggaran Rp28.683.189.000 dan HPS Rp28.683.185.000,00.
Adapun pemenang Tender Belanja Modal Pagar- Renovasi Penyengker Pantai Seminyak, Legian, dan Kuta di Kecamatan Kuta itu memberikan Penawaran (P) Rp27.249.025.750,00, Penawaran Terkoreksi (PT) Rp27.249.025.750,00, dan Hasil Negosiasi (HN) Rp26.883.858.745,00.
Walau digarap dengan harga fantastis, ternyata candi bentar yang dihasilkan tersebut tidak simetris dan besar sebelah.
Tak sekadar berbeda dalam rentang sentimeter, melainkan sangat mencolok hingga mencuri perhatian masyarakat dan diabadikan dalam bentuk foto.
Saat foto ini diunggah di media sosial, publik sontak merespons dengan berbagai macam penilain, namun yang dominan adalah penilaian negatif.
“Sepertinya akibat banyak sunatan, pola lama yang sudah mengakar,” ungkap salah seorang netizen menilai bentuk candi yang disentil Candi Bentar Bentir itu.
“Wow pengawasnya ke mana?” tanya yang lain.
“Tukang abal-abal,” timpal netizen lainnya di grup media sosial Suara Badung, Kamis, 11 Agustus 2023 silam.
Endingnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Badung melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PKK), Ir. Kadek Dwi Lantari, ST (NIP 197611162006042018 memberikan Surat Peringatan 1 kepada Direktur Konsultan Pengawas CV Bina Bwana Wisesa lewat surat bernomor 640/631/CK.01/DPUPR tertanggal 9 Agustus 2023.
Adapun surat yang ditembuskan kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Badung, Tim Pendamping JPN Kejaksaan Negeri Badung, Kepala Bidang Cipta Karya/PPTK Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Badung, Direktur Kontraktor Pelaksana Bali Perkasa KSO, dan arsip dimaksud intinya meminta “Candi Bentar Bentir” dibongkar.
“Menindaklanjuti hasil monitoring tim pendukung dan rapat koordinasi pada tanggal 9 Agustus 2023 didapatkan adanya perbedaan bentuk dan ukuran candi bentar yang sedang dikerjakan di Pantai Legian. Terhadap hal tersebut kami peringatkan kepada konsultan pengawas CV Bina Bwana Wisesa untuk lebih mengintensifkan di dalam melakukan pengawasan dan memahami gambar serta spesifikasi teknis kontrak untuk menghindari terjadinya kekeliruan di dalam pekerjaan yang berdampak terjadinya pekerjaan bongkar,” tulis Pejabat Pembuat Komitmen (PKK) Dinas PUPR Badung, Ir. Kadek Dwi Lantari.
Saat proses tender proyek ini, PT Bianglala Bali pemilik NPWP 31.279.901.8-901.000 memiliki banyak saingan.
Bahkan jumlahnya mencapai 38 lawan tender yang akhirnya dimenangkan PT Bianglala Bali namun berujung insiden “Candi Bentar-Bentir”.
Berdasarkan informasi di situs http://lpse.badungkab.go.id/eproc4/lelang/8388113/pengumumanlelang saingan PT Bianglala Bali dalam proses tender proyek tahun 2023 ini terdiri atas PT Manik Sekecap Karya, PT Kokoh Contractor Indonesia, PT Karya Dinamis Mesari, CV Prisma Alam, PT Narendra Putra Dewata, Gerbang Kencana, PT Citra Exact Engineering, PT Melangit Jaya Mandiri, PT Sanur Jaya Utama, CV Mulia Karya Utama, PT Trijaya Nasional, PT Sari Amerta Gina Utama, CV Intan Karya, PT Kresna Putra Karya, Adi Gandha Laras Jaya, PT Wira Bina Prasamnya, CV Inersia, CV Nadi Guna Karya, PT Pandu Jaya Karya, Berkah Sejahtera Mandiri, PT Saka Raya Teknik, CV Yudha Utama, PT Sukses Sehati Abadi, CV Mitra Karya, CV Mawar, CV Nirwana Rahma Makmur, PT Rosa Lisca, CV Cakra Wijaya Karya, CV Maheswara Dewa Perkasa, CV Nurjaya Karya, PT Pusuk Indah Lestari, PT Mardika Griya Prasta, CV Sari Nusa Raharja, CV Nagata Karya, CV Deriyo, PT Surya Bali Konstruksi, CV Okane, dan PT Bali Paramita Konstruksi. (bp/tim)













