DENPASAR, Balipolitika.com- Tak hanya laki-laki, kaum wanita yang dinilai lemah pun ternyata bisa menjadi seorang begal.
Aksi pembegalan ini dilakukan pengangguran bernama Era Fariza (27 tahun) terhadap pria paruh baya berinisial IMM (59 tahun) pada Kamis, 27 Maret 2025 sebelum akhirnya ditangkap polisi dan diamankan di Mapolsek Denpasar Selatan, Kamis 3 April 2025 sekitar pukul 11.00 Wita.
Era Fariza yang berdomisili sementara di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar Timur membegal korban IMM di jalan setapak areal persawahan, Jalan Hayam Wuruk menuju Jalan Sedap Malam, Desa Sanur Kaja, Denpasar Selatan.
“Antara pelaku dan korban saling kenal. Peristiwa ini bermula ketika Era Fariza datang ke rumah IMM di Jalan Sekuta, Sanur, sekitar pukul 08.30 Wita. Di sana, pelaku meminta bantuan kepada korban untuk mengantar pulang sebab sepeda motor miliknya rusak serta bannya kempes. Lalu, pria itu membonceng dan mengantar wanita tersebut melintasi gang yang tembus di jalan setapak di areal persawahan,” ucap Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi, Jumat, 4 April 2025.
Melihat situasi sepi, setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), Era Fariza yang lahir di Meranti, Riau, 10 April 1997 itu tiba-tiba turun dari sepeda motor lalu menarik paksa tas pinggang warna coklat milik pria itu. Tas berisi uang tunai Rp12,9 juta berhasil dilarikan.
Aksi Era Fariza yang berhasil kabur melarikan membuat korban IMM jatuh dari sepeda motor.
Sempat mengejar, korban IMM memilih berhenti mengantisipasi salah paham dengan warga sekitar mengingat pelaku adalah seorang perempuan.
Korban IMM khawatir jika ia terus mengejar Era Fariza, warga justru akan salah paham.
IMM akhirnya memutuskan untuk melaporkan Era Fariza ke pihak berwajib.
Singkat cerita, menindaklanjuti laporan korban, Tim Opsnal Reskrim Polsek Denpasar Selatan melakukan penyelidikan terhadap keberadaan Era Fariza hingga akhirnya menangkap perempuan pengangguran itu di semak-semak, Kamis 3 April 2025, pukul 11.00 Wita.
Untuk menghilangkan barang bukti, Era Fariza sempat menyembunyikan uang tunai hasil curian itu di dekat parit, sementara tas dibuang di areal tanah kosong.
“Pelaku nekat melakukan pencurian karena terdesak kebutuhan ekonomi untuk keperluan sehari-hari,” jelas AKP I Ketut Sukadi. (bp/ken)