JEMBRANA, Balipolitika.com– Identitas sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki tanpa identitas yang ditemukan terapung-apung di perairan belakang Pasar Gilimanuk (Perairan Selat Bali, red), Kecamatan Melaya, Jembrana, Sabtu, 5 April 2025 pagi sekitar pukul 07.00 Wita terungkap.
Identitas mayat laki-laki dalam posisi telungkup mengapung di antara sampah itu dikenali oleh istri korban berdasarkan sejumlah atribut yang melekat di tubuhnya.
Setiba di kamar mayat Rumah Sakit Umum (RSU) Negara, keluarga korban langsung mengenali sosok Mr. X tersebut sebagai I Komang Soma Merta (37 tahun).
I Komang Soma Merta yang tercatat lahir di Tegal Badeng Barat, 24 Agustus 1987 dan beralamat di Banjar Tengah, Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana merupakan korban tenggelam pada Sabtu, 22 Maret 2025 di areal Pantai Muara Perancak.
Ketut Sumardiasih meyakini betul Mr. X adalah suaminya, I Komang Soma Merta.
Ibu rumah tangga itu mengenali Mr. X adalah orang yang sama dengan suaminya karena sejumlah bukti petunjuk di tubuh korban.
Pertama, gelang tridatu yang terpasang seminggu sebelum kejadian di pergelangan tangan kanan korban masih terpasang.
Ketut Sumardiasih sendirilah yang memasang gelang tridatu berwarna merah, hitam, putih, dan kuning itu di pergelangan tangan kanan suaminya.
Selanjutnya, di pergelangan tangan kiri Mr. X terdapat 2 gelang terbuang dari bahan karet berwarna hitam, sama dengan atribut yang dikenakan , I Komang Soma Merta.
“Celana dalam yang digunakan oleh Mr. X merupakan celana dalam suaminya. Itu dikenali sering dipakai dan sering dicuci oleh Ketut Sumardiasih dengan warna hijau lumut,” ucap petugas.
Di sisi lain, pihak dokter RSU Jembrana mengalami sejumlah kendala karena kondisi mayat yang sudah lama terendam air laut.
Pihak dokter RSU Jembrana menegaskantidak bisa dilakukan pengambilan sidik jari mengingat jari Mr. X sudah dalam keadaan hancur.
Wajah korban juga sudah dalam keadaan hancur sehingga tidak bisa diidentifikasi.
Meski demikian masih melekat petunjuk khusus pada pergelangan kanan tangan Mr. X berupa gelang terbuat dari benang tridatu warna hitam, putih, merah, dan kuning.
Pada pergelangan tangan sebelah kiri, terdapat bukti petunjuk berupa 2 buah gelang karet warna hitam.
Diberitakan sebelumnya, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Hendri Gunawan mengatakan Mr. X ditemukan kurang lebih dari belakang pasar sekitar 100 meter jaraknya tepatnya di Gilimanuk, Perairan Selat Bali.
Informasi awal diterima dari Polair Polres Jembrana pada pukul 07.30 Wita dan langsung menggerakkan RIB yang sedang standby melaksanakan siaga SAR Khusus Lebaran di Pelabuhan Gilimanuk.
Proses evakuasi selesai dilaksanakan pada pukul 08.15 Wita dan selanjutnya jenazah yang belum diketahui identitasnya tersebut dibawa ke RS Umum Negara menggunakan ambulans Puskesmas Gilimanuk.
Unsur SAR yang terlibat selama berlangsungnya proses evakuasi diantaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Polair Polres Jembrana, Pos TNI AL Gilimanuk, Brimob Batalion C Kompi Gilimanuk, Direktorat Polair Polda Bali, KP3 Gilimanuk, Puskesmas Gilimanuk, PMI Jembrana, Lurah Gilimanuk dan masyarakat setempat. (bp/ken)