BALI, Balipolitika.com – Aktivitas di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, terpantau masih normal, Rabu (2/4). Namun pasca Hari Suci Nyepi kemarin, orang masuk Bali cenderung meningkat.
Mereka adalah wisatawan domestik yang memang sengaja berlibur ke Bali, via Pelabuhan Gilimanuk. Bahkan ASDP juga mencatat pada periode 1 April 2025 kemarin jumlah pengguna jasa masuk Bali meningkat 30 persen dari tahun sebelumnya.
Menurut data dari ASDP Cabang Ketapang periode Selasa 1 April 2025 kemarin, tercatat 34.795 orang dengan jumlah 7.908 unit kendaraan yang masuk Bali via Pelabuhan Gilimanuk.
Jumlah tersebut dominan kendaraan kecil (KK) sebanyak 4.352 unit dan sepeda motor sebanyak 3.042 unit. Jumlah tersebut terlayani 26 kapal dengan 188 trip.
“Sesuai data produksi, orang masuk Bali lumayan tinggi jumlahnya kemarin (Selasa). Meningkat sekitar 30 persen dari periode yang sama di tahun lalu,” kata Manager Usaha ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Ryan Dewangga.
Dia melanjutkan, namun secara umum bukan seluruhnya pengguna jasa yang melaksanakan arus balik. Namun, sebagian besar wisatawan domestik yang berlibur ke Bali pada momen hari libur panjang ini.
Mengenai kapan prediksi puncak arus balik pasca Hari Raya Idul Fitri 2025, Ryan menyebutkan puncak arus balik prediksi mulai pada H+5 Lebaran.
Saat itu pergerakan atau aktivitas di Pelabuhan Gilimanuk untuk orang masuk Bali bakal mulai meningkat drastis.
“Prediksi puncak arus balik di H+5. Ia berpesan agar seluruh pengguna jasa untuk tetap berhati-hati selama perjalanan dan ikuti arahan petugas untuk kelancaran aktivitas di pelabuhan,” tandasnya.
Hal senada juga kata GM ASDP Cabang Ketapang, Yani Andriyanto. Ia menyebutkan prediksi puncak arus balik dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk bakal terjadi pada akhir pekan ini.
“Prediksinya sebelum libur usai. Yakni di tanggal 5,6,dan 7 April mendatang,” sebutnya. Sementara, petugas Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk melakukan pemeriksaan terhadap orang masuk Bali di Pos 2 Pintu Masuk Bali via Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Rabu (2/4).
Satu per satu orang, identitas, hingga barang bawaannya yang masuk Bali petugas periksa. Hal ini merupakan upaya mengantisipasi terjadinya pelanggaran maupun kriminalitas berupa narkotika, senjata tajam (sajam), senpi dan bahan peledak serta lainnya masuk di wilayah Pulau Bali.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Kompol I Komang Muliyadi mengatakan, ini merupakan kegiatan preemtif dan preventif dengan cara melakukan pemeriksaan terhadap orang, surat-surat, barang bawaan dan kendaraan bermotor baik roda dua, roda empat maupun lebih.
“Sebagai upaya mencegah terjadinya pelanggaran maupun kriminalitas berupa narkotika, sajam, senpi dan bahan peledak serta lainnya masuk di wilayah Pulau Bali,” tegasnya.
Dia melanjutkan, kegiatan yang melibatkan unit kecil lengkap (UKL) dengan personel sebanyak 6 orang ini berupaya menjaga dan terpeliharanya Kamtibmas yang kondusif.
Selain pemeriksaan, mereka yang masuk Bali juga diberikan informasi agar mereka yang membutuhkan bantuan atau melakukan pengaduan serta laporan dapat menghubungi layanan kontak Polri 110 bebas biaya dan standby 24 jam.
“Kami imbau agar warga yang hendak masuk Bali melengkapi diri dengan identitas lengkap dan tidak membawa barang terlarang,” tandasnya. (BP/OKA)