RESMIKAN: Gubernur Bali, Wayan Koster saat menghadiri peresmian rute penerbangan Saudi Airlines Jeddah – Bali, di Bandara Internasional Ngurah Rai, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ist)
BADUNG, Balipolitika.com- Pasca diresmikannya rute penerbangan Saudi Airlines, Jeddah-Bali, oleh Gubernur Bali, Dr. Wayan Koster beberapa waktu lalu, banyak warganet berasumsi bahwa Gubernur Koster tergiur dengan potensi wisata halal ke Bali, dikutip Selasa, 1 April 2025.
“Tentunya saja ini akan menambah jumlah kunjungan wisatawan ke Provinsi Bali, terutama dari Arab Saudi,” ucap Koster saat memberikan sambutan dalam acara peresmian, Senin, 31 Maret 2025.
Ucapan Gubernur Koster tersebut bukan tanpa alasan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Bali masih menjadi tujuan favorit wisatawan asal Timur Tengah, khususnya Uni Emirates Arab dan Arab Saudi dengan total mencapai 19.321 kunjungan sepanjang tahun 2024.
Bahkan, per Januari – Februari 2025, tercatat ada sebanyak 2.436 wisatawan asal Saudi Arabia yang berkunjung ke Bali, potensi ini juga terus didorong Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dengan melakukan upaya kerja sama kemitraan yang semakin memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi Bali, serta membuka peluang investasi di sektor industri lainnya di Indonesia.
“Semoga rute penerbangan dari Jeddah ini akan menambah kegairahan wisatawan berkunjung ke Bali,” imbuh Koster.
Adanya sinyal dari Gubernur Koster terlihat tertarik dengan potensi kunjungan wisatawan Timur Tengah ke Bali, membuat salah satu warganet pemilik akun Facebook (FB) Markas Melawan bertanya-tanya, apakah ini sebagai suatu pertanda keberlanjutan wisata halal di Bali? Menyesuaikan Bali dengan standar komersil?
“Terima kasih sudah memberi tahu, kabarnya rencana (Wisata Halal, red) itu akan dilanjutkan? akhirnya kami sadar bahwa kami di Bali ini kurang halal,” tulisnya.
Kritikan yang dilontarkan warganet tersebut bukan tak berdasar, mengingat wisatawan asal Timur Tengah yang berkunjung ke Bali memiliki karakteristik berbeda dengan wisatawan mancanegara lainnya, seperti prefensi akomodasi mewah dan liburan keluarga.
Selain itu, wisatawan Timur Tengah yang sebagian besar negaranya berpenduduk mayoritas Muslim, biasanya akan mencari destinasi yang menghormati budaya dan agama mereka. Oleh karena itu, mereka cenderung mencari tempat-tempat yang memiliki fasilitas untuk ibadah (seperti Masjid) dan makanan halal. (bp/GK)