MIRIS: (Kanan) Ketua XII Bidang Investasi dan Kerjasama Antar Daerah HIPMI Bali, Bagus Hiscak Maulana. (Ilustrasi: Gung Kris)
BADUNG, Balipolitika.com- Menyoroti maraknya kasus pembunuhan yang melibatkan warga pendatang di Bali, salah satu Tokoh Muda Bali, Bagus Hiscak Maulana, mendorong kembali pemberlakuan Kipem (pendataan penduduk non permanen) melalui desa adat sebagai upaya mengembalikan kondusifitas di Bali, Kamis, 27 Februari 2025.
Pria yang juga Ketua XII Bidang Investasi dan Kerjasama Antar Daerah HIPMI Bali tersebut menilai, meningkatnya angka kriminalitas di Bali dirasa perlu disikapi bersama khususnya Forkopimda Bali, jangan sampai fenomena ini terus dibiarkan berlarut-larut dan berdampak terhadap citra pariwisata dimata dunia.
“Sektor pariwisata Bali yang perlu kita jaga bersama, jangan sampai maraknya kasus pembunuhan di Bali memberikan dampak negatif. Terus terang saja, saya sangat rindu Bali yang aman, seperti dulu sering diterapkannya Kipem di tiap-tiap Banjar,” ungkap Hiscakn kepada wartawan Balipolitika.com.
Selain Kipem, Hiscak juga meminta pihak Kepolisian Daerah (Polda) Bali untuk bisa menggencarkan patroli malam, mengerahkan Bhabinkamtibmas bersinergi dengan Pecalang melakukan upaya pengetatan pendataan dan pengawasan penduduk non permanen di tingkat desa.
“Hal ini perlu untuk disikapi secara serius. Karena dampaknya bukan hanya bagi para korbannya saja, tetapi ada citra yang perlu kita jaga di mata dunia. Tidak hanya menjadi tugas polisi saja, tetapi menjadi kewajiban kita bersama sebagai masyarakat adat Bali,” pungkasnya.
Ia juga berharap, ada sinergitas antar semua pihak yang perlu semakin dikuatkan, dalam menyikapi dinamika ini di tiap wilayah. Khususnya, di wilayah pariwisata yang heterogen dan mobilitas penduduknya cukup tinggi. (bp/GK)