BALI, Balipolitika.com – Dampak konflik Israel–AS versus Iran mulai terasa hingga Bali. Penutupan ruang udara di sejumlah negara Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait membuat beberapa penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mengalami penundaan hingga pembatalan.
Hingga Sabtu (28/2) pukul 21.00 WITA, sejumlah rute terdampak antara lain:
Etihad Airways EY477 Denpasar–Abu Dhabi (POSTPONED)
Emirates EK369 & EK399 Denpasar–Dubai (CANCELED)
Qatar Airways QR963 Denpasar–Doha (CANCELED)
Pihak pengelola bandara, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), memastikan operasional bandara secara umum tetap berjalan normal.
Koordinasi bersama maskapai, AirNav Indonesia, serta aparat keamanan. Penumpang agar aktif mengecek jadwal terbaru dan dapat mengakses help desk di Terminal Internasional atau menghubungi contact center 172.
Tak Hanya Konflik, Banjir Ikut Tekan Pariwisata
Di tengah situasi geopolitik, sektor pariwisata Bali juga terpukul banjir yang melanda sejumlah titik di Kuta dan Canggu. Wakil Ketua PHRI Bali, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, mengungkapkan ribuan wisatawan asal Australia membatalkan booking hotel.
Kawasan seperti Legian, Kuta, dan Canggu yang merupakan sentra akomodasi terdampak cukup signifikan. Meski banjir hanya terjadi di beberapa titik dan wilayah lain seperti Timur, Utara, Barat, hingga Uluwatu relatif aman, dampak citra yang muncul cukup besar.
PHRI khawatir jika situasi berlarut bisa memicu travel warning, yang tentu berpengaruh besar pada okupansi dan penerimaan pajak daerah.
Untuk saat ini, tingkat hunian hotel selama Ramadan berada di kisaran 60–65 persen, masih dalam batas normal, dengan harapan peningkatan mulai Juni–Agustus saat musim liburan. (BP/OKA)













