Informasi: Rubrik Sastra Balipolitika menerima kiriman puisi, cerpen, esai, dan ulasan seni rupa. Karya terpilih (puisi) akan dibukukan tiap tahun. Kirim karya Anda ke [email protected].

Politik

Tak Perlu Wakil, GP Menang Mutlak

Mangupura (BaliPolitika.Com) – Rekomendasi paket calon Bupati (I Nyoman Giri Prasta) dan Wakil Bupati (I Ketut Suiasa) yang diusung PDIP dalam Pilkada Badung 2020 kabarnya segera turun. Paket incumbent Giriasa ditarget menang telak 92 persen dan memastikan Pilkada 2020 berlangsung lesu tanpa darah. Banyak pihak menilai Pilkada Badung lebih baik digelar dengan mekanisme khusus daripada menghamburkan uang Rp 29,2 miliaran rupiah untuk sesuatu yang hasilnya 100 persen jelas, yakni kemenangan paket Giriasa.

Prediksi Giriasa menang mutlak pada hajatan Pilkada Badung 2020 diutarakan oleh Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, I Made Mudarta. Dia membeberkan hasil survei internal Demokrat terhadap dukungan calon bupati Pilkada Badung 2020. Jelasnya, Giri Prasta mengantongi tingkat keterpilihan di atas 70 persen. Jauh melambung di atas tokoh lain yang ada pada kisaran di bawah 5 persen. “Giri prasta tanpa pasangan wakil pun sudah menang telak di atas 70 persen,” jelas Mudarta.

Imbuhnya, Giri Prasta sangat disukai oleh masyarakat Badung sehingga dipastikan akan kembali menduduki jabatan orang nomor 1 di kabupaten terkaya di Bali untuk periode 2020-2025 sebelum akhirnya menjadi Gubernur Bali. Mengacu survei Mudarta menyimpulkan siapapun pendamping GP tidak akan memiliki peran yang signifikan untuk menaikkan tingkat popularitas, tingkat keterpilihan, dan kesukaan terhadap sosok Giri Prasta. “Bahasanya Pilkada kan mesti harus pasangan calon, tapi terkhusus Kabupaten Badung, Giri Prasta maju sendiri pun sudah menang telak di atas 70 persen,” jelasnya.

Imbuhnya, hasil survei internal Partai Demokrat untuk pilkada di enam daerah di Bali juga menunjukkan bahwa Giri Prasta sangat luar biasa. Kata kalah sangat mustahil diderita bupati yang dikenal dengan istilah cenik gae to (CGT) itu. Tingkat keterpilihan GP seorang diri sekalipun bisa mengalahkan hasil perolehan pasangan calon bupati dan wakil bupati di kabupaten/kota lain di Bali.

“Khusus dalam Pilkada Badung, tidak akan ada istilah kotak kosong menang. Tentu saja dukungan ini dikarenakan tingkat kepuasan masyarakat Badung terhadap kepemimpinan Giri Prasta. Jadi sangat leluasa sebenarnya bagi seorang Giri Prasta untuk menentukan pasangannya. Apakah dari partai yang sama atau lintas partai,” ungkap politisi asal Jembrana ini.

Kenapa dalam Pilkada Badung 2020 Demokrat memberikan dukungan ke Giri Prasta? Mudarta menyebut hal tersebut merupakan bagian dari semangat Demokrat menjadi partai yang demokratis alias selalu mempertimbangkan keinginan mayoritas masyarakat Badung. Hal inilah yang dijadikan sebagai parameter utama menentukan dukungan. Imbuhnya, dalam rapat internal DPC Partai Demokrat Kabupaten Badung dukungan kepada Giri Prasta telah diputuskan meskipun PDIP Badung sejatinya tidak membutuhkan parpol lain dan bisa mengusung pasangan calon sendiri.

“Yang jelas Demokrat akan mengikuti kehendak dan keinginan mayoritas masyarakat Badung. Demokrat sangat welcome untuk membangun Badung lima tahun ke depan. Kita harus realistis walaupun kita beda pandangan politik, tapi dalam menerjemahkan atau membaca harapan dan keinginan rakyat tetap harus objektif,” beber pengusaha kelapa sawit ini. *

Berita Terkait

Back to top button

Konten dilindungi!